Wisata Desa Tua Terabaikan

Pemkab Buleleng dinilai belum mengembangkan pariwisata budaya. Terutama budaya yang masih lestari di desa tradisional (tua-red) kini belum dikembangkan dengan maksimal untuk mendongkrak pembangunan pariwisata di Bali Utara.

Bukan itu saja, akibat perhatian yang kurang budaya di desa-desa tradisional ini dengan perlahan mulai pudar. Hal itu ditegaskan Ketua DPRD Buleleng dalam acara diskusi akhir tahun dengan sejumlah wartawan di Singaraja, Rabu (30/12) kemarin.

Lebih lanjut ia mengatakan, di Buleleng memiliki beberapa desa tradisional seperti di Desa Sembiran (Kecamatan Tejakula), Desa Bila (Kecamatan Kubutambahan) dan Desa Sidatapa serta Cempaga (Kecamatan Banjar). Desa-desa tersebut hingga memiiki budaya unik kendati kian terjepit tersaingi oleh gempuran era modernisasi. Salah satu perubahan budaya yang terjadi di desa tua tersebut adalah adanya keinginan warga yang terpaksa mengubah bentuk rumah mereka dari kesan tradisional kini membangun dengan desain modern. “Saya khawatir sekali kalau makin banyak rumah-rumah di desa tua itu berganti dengan rumah bertingkat dan ini semestinya harus diperhatikan oleh eksekutif,” katanya.

Menurutnya, pergeseran budaya itu belum disikapi oleh pemerintah daerah terutama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar). Mestinya Disbudpar harus melestarikan keberadaan desa tua tersebut. Tentu saja upaya ini harus didukung dengan diimbangi dengan pembiayaan. Desa tua yang lestari serta dukungan budaya masyarakatnya layak ditawarkan sebagai pariwisata yang berkelas. Makin banyak wisatawan yang mengunjungi desa tua, maka imbasnya akan diterima langsung oleh masyarakat. Sasaran akhirnya adalah warga masyarakat tidak harus mengubah bentuk rumah menjadi rumah modern. “Ini tidak dikembangkan oleh pemerintah, sehingga masyarakat menganggap rumah mereka jelek dan kuno sehingga dibongkar,” katanya.

Ia juga menambahkan, ke depan pemerintah daerah harus mengambil langkah bagaimana melestarikan rumah tua ini. Jika ini bisa dilakukan, maka manfaatnya akan mampu mendongkrak pengembangan sektor pariwisata di Buleleng. Untuk mengembangkan pariwisata di Buleleng, lanjutnya, tidak bisa terpaku pada potensi desa tua saja. Tetapi pemerintah perlu menunjukkan ciri Buleleng yang bisa menarik ke tertarikan wisatawan asing. Misalnya, pemerintah harus memberikan informasi bahwa Buleleng sebagai daerah yang kaya dengan sektor pertanian. ini dilakukan dengan membuat taman-taman di sekitar Kota Singaraja dengan jenis tanaman asli Buleleng.

15 comments to Wisata Desa Tua Terabaikan

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.