Pengusaha Angkutan Wisata Harus Taati Aturan Wisata

Keluhan pengusaha angkutan wisata yang tergabung dalam Pawiba soal masih maraknya angkutan wisata ilegal di sektor akomodasi seperti vila, dinilai sebagai hal yang wajar.

Ketua DPD Organda Bali, Senin (11/1) kemarin mengatakan, Organda meminta pelaku pariwisata Bali yang mengoperasikan kendaraan untuk mengantar wisatawan wajib mengantongi izin angkutan wisata.

Ia mengatakan, Organda telah menerima laporan dari Pawiba terkait adanya kendaraan angkutan wisata ilegal di lingkungan akomodasi khususnya vila di Bali. Dan laporan itu, ada indikasi Sekitar 1.600 unit vila di Bali menggunakan angkutan wisata yang berizin resmi untuk mengantar wisatawan.

Dijelaskan, wisatawan yang berlibur ke Bali hanya bisa dilayani menggunakan transportasi pariwisata yang berizin resmi. Kendaraan yang mengangkut wisatawan wajib dilengkapi dengan izin resmi sebagai angkutan pariwisata. “Tanpa adanya izin resmi, kendaraan pengangkut wisatawan merupakan angkutan wisata ilegal,” katanya.

Ia memaparkan, pengusaha angkutan wisata di Bali mesti selalu berpatokan pada azas legalitas. Seperti pengelola vila salah jika menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan operasional vila untuk mengantar wisatawan. Kendaraan operasional vila ini bisa menjadi bagian transportasi wisatawan jika sudah dilengkapi dengan izin angkutan wisata. Selama ini biaya transportasi wisatawan di vila/hotel sudah digabungkan dehgan biaya menginap di vila/hotel.

Menyikapi adanya angkutan wisata ilegal tersebut, Organda sebelumnya sudah bersurat dan bertemu dengan PHRI Bali. Pertemuan tersebut masih dalam tahap pertemuan awal untuk membahas armada vila yang tidak dilengkapi dengan izin angkutan wisata.

Ke depan, Organda dan Pawiba akan merencanakan kembali pertemuan lanjutan dengan PHRI untuk pembenahan angkutan wisata ilegal di Bali termasuk di lingkungan vila.

Organda dan instansi pemerintah terkait akan mendata dan membina angkutan wisata yang belum mengantongi izin termasuk di lingkungan vila. Pembinaan terhadap pengelola vila yang mengoperasikan kendaraan wisata ilegal ini akan dilakukan Organda bersama instansi pemerintah terkait seperti Dinas Perhubungan.

Pembinaan tersebut di antaranya mengarahkan pengelola usaha akomodasi seperti pengelola vila tersebut bisa mengoperasikan angkutan yang berizin resmi atau menggunakan armada angkutan wisata yang berizin resmi.

Ia menegaskan, pengelola vila/hotel mesti mengoperasikan, memanfaatkan kendaraan wisata berizin resmi untuk mengantar wisatawan. Secara bertahap, Organda bersama instansi terkait akan mendata dan membina pengusaha angkutan wisata ilegal yang belum mengantongi izin. “Sebaliknya, Organda siap membantu pengelola akomodasi (vila/hotel) yang ingin mengurus izin angkutan wisata,” katanya.

12 comments to Pengusaha Angkutan Wisata Harus Taati Aturan Wisata

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.