Langgar Aturan, “Guide” Ilelgal Harus Ditertibkan

Ulah pramuwisata (guide) ilegal yang diidentifikasikan dengan istilah gacong, mesti disikapi secara hati-hati. Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Bali, Kamis (14/1) kemarin mengatakan, gacong ini melanggar aturan jika terbukti melakukan profesi atau berpraktik sebagai pramuwisata tanpa izin.

Dikatakan, gacong yang memposisikan diri sebagai pramuwisata ini memang sangat merugikan pramuwisata di Bali. Keberadaan gacong ini hanya bisa diantisipasi dengan kegiatan sweeping. Sementara yang berwenang untuk melakukan kegiatan sweeping hanya Dinas Pariwisata Daerah (Disparda) Bali bersama instansi terkait.

Ia menjelaskan, jika benar gacong tersebut berprofesi sebagai pramuwisata tanpa izin, sudah tentu gacong tersebut menyalahi aturan. Dalam Perda No.5/2008 tentang Pramuwisata di antaranya menyebutkan yang bisa memberikan informasi kepada wisatawan terkait objek wisata dalam kegiatan tour hanya pramuwisata yang mengantongi lisensi.

Jika gacong ini melakukan profesi pramuwisata tanpa lisensi, sudah menyalahi aturan perda. Keberadaan gacong ini tentunya mesti ditindak. Hanya saja untuk menindak para gacong tersebut mesti dilengkapi dengan bukti kuat. Gacong ini bisa dikatakan melanggar Perda No 5/2008 jika telah memberikan informasi kepada wisatawan layaknya pramuwisata di kawasan objek wisata.

Dipaparkan, pemerintah juga akan kesulitan untuk menindak para gacong jika menggunakan perda tersebut sebagai payung hukum. Aktivitas pramuwisata umumnya di kawasan objek wisata. Sementara saat ini para gacong ini banyak beraktivitas di lingkungan hotel seperti di kawasan Nusa Dua. Tim sweeping dari Disparda Bali belum pernah melakukan kegiatan sweeping di kawasan perhotelan. Tim tersebut lebih banyak melakukan kegiatan sweeping di kawasan objek wisata. “Ini tentunya sulit para gacong ini terjaring tim sweeping,” katanya.

Kalau hanya sekadar mengantar wisatawan sebagaimana layaknya sopir, bukan merupakan pelanggaran. HPI selaku asosiasi pramuwisata juga tidak bisa mengekang hak bicara dari para sopir kepada wisatawan ketika dalam kegiatan tour. Sopir memiliki hak bicara dalam kegiatan tour asalkan tidak mengambil peran yang semestinya dilakukan pramuwisata.

Menurutnya, dalam kegiatan tour, para gacong tersebut bisa saja mengelabhi tim sweeping. Mereka hanya mengantar wisatawan sampai di parkir objek wisata. Selanjutnya wisatawan berkeliling objek wisata sendiri tanpa ditemani para gacong tersebut. Gacong tidak melanggar aturan karena tidak menemani dan memberikan informasi kepada wisatawan saat di objek wisata. Berbeda halnya jika gacong ikut mengantar wisatawan berkeliling dan memberikan informasi di objek wisata layaknya pramuwisata sehingga bisa dengan mudah dijaring tim sweeping.

Ia menambahkan, jika dipandang meresahkan para gacong ini bisa ditindak ketika berada di lingkungan hotel. Jika melakukan tindakan yang mengurangi kenyamanan wisatawan di Iingkungan hotel, satpam hotel maupun aparat keamanan bisa menertibkan para gacong tersebut.

13 comments to Langgar Aturan, “Guide” Ilelgal Harus Ditertibkan

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.