Banyak Kendaraan Pribadi Diduga Angkut Wisatawan

Wisatawan yang menginap di hotel dan vila di Bali banyak diangkut menggunakan kendaraan pribadi atau kendaraan tanpa izin operasional angkutan wisata. Kendaraan pribadi ini dioperasikan oleh pengelola vila dan karyawan hotel secara ilegal.

Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) mengatakan, pengelola vila menawarkan jasa angkutan yang digabungkan dengan biaya menginap di vila.

Kendaraan untuk mengangkut wisatawan dari bandara ke lokasi vila dan sebaliknya menggunakan kendaraan operasional vila. Kendaraan ini tidak mengantongi izin operasional.

Berdasarkan hasil survai dari STP Bali tahun 2006, di Bali terdapat 1.600 vila. Bila masing-masing vila di Bali memiliki 2 kendaraan operasional, tentu ada sekitar 3.200 kendaraan yang diduga belum mengantongi izin angkutan wisata.

Data yang tercatat di Pawiba, bus pariwisata milik anggota Pawiba tercatat 900 unit, sementara kendaraan sewa tercatat 2.500 unit. Jumlah angkutan vila ilegal 3.200 unit sudah mengimbangi jumlah angkutan wisata yang tercatat di Pawiba.

Ini belum termasuk kendaraan pribadi yang digunakan mengangkut wisatawan di lingkungan hotel. Oknum karyawan hotel ada juga menawarkan jasa transportasi bagi wisatawan selama berlibur di Bali. Ini termasuk transportasi wisatawan dari hotel ke bandara atau sebaliknya dan transportasi untuk kegiatan tur tertentu.

Sama halnya kendaraan vila, kendaraan pribadi yang dioperasikan secara liar oleh oknum karyawan hotel ini sudah menyalahi aturan. Kendaraan yang dioperasikan pengelola vila dan oknum karyawan hotel ini tidak dilengkapi izin operasional.

Keberadaan kendaraan pribadi yang digunakan untuk mengangkut wisatawan ini tentunya sangat dikeluhkan oleh pengusaha angkutan wisata di Bali. Jika terus dibiarkan, jumlah angkutan wisata ilegal untuk mengangkut wisatawan ini akan terus bertambah.

Pawiba berharap Dinas Perhubungan menertibkan kendaraan pariwisata ilegal yang beroperasi mengangkut wisatawan. Pemerintah mewajibkan pengusaha angkutan wisata di bawah Pawiba mengantongi izin. Izin tersebut meliputi STNK, KIR, izin usaha, izin operasional, membayar Jasa Raharja dan persyaratan lainnya.

Kepala Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Propinsi Bali mengatakan, Pemprop Bali akan melakukan pengawasan ketat. Dishub memiliki tim ahli di lapangan. Tim ahli ini sedang mengumpulkan data mengenai keberadaan angkutan wisata ilegal di Bali.

Ia melihat keberadaan angkutan wisata ilegal ini tentunya mengganggu operasional angkutan wisata yang berizin resmi di Bali . Melihat adanya laporan angkutan wisata ilegal ini, Dishub akan akan meningkatkan upaya pembinaan, penertiban dan pengawasan kendaraan pariwisata ilegal tersebut.

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.