Pawiba Minta Dilibatkan dalam Pendataan Angkutan Wisata

Upaya Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Propinsi Bali menurunkan tim ahli untuk mendata angkutan wisata resmi dan ilegal di Bali disambut gembira pengusaha angkutan wisata di Bali.

Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba), Rabu (20/1) kemarin meminta Dishubkominfo bisa melibatkan asosiasi Pawiba termasuk Organda (induk Pawiba) dalam kegiatan pendataan angkutan wisata resmi dan ilegal tersebut.

Dikatakan, jika Pawiba dan Organda diikutkan dalam kegiatan pendataan angkutan wisata di Bali akan sangat memudahkan tim ahli dari Dishub Bali. Dalam pengecekan di lapangan, Pawiba mengetahui mana armada anggota Pawiba. Sementara angkutan wisata di luar anggota Pawiba sudah menjadi bagian dari angkutan wisata ilegal.

Dijelaskan, Pawiba berharap dari pendataan armada angkutan wisata di Bali dari Dishubkominfo Bali bisa diketahui secara jelas berapa angkutan wisata yang mengantongi izin, dan berapa angkutan wisata di Bali yang tidak mengantongi izin. Ini termasuk data angkutan wisata yang tidak dioperasikan tetapi izin operasionalnya masih berlaku.

Dipaparkan, harapan dari pendataan tersebut semua pengusaha angkutan wisata di Bali bisa mengurus izin angkutan wisata. Ini untuk mewujudkan semua pengusaha angkutan wisatawan di Bali bisa tertib administrasi perizinan.

Lebih lanjut dikatakan, sebelumnya dalam Perda No. 9/1989 mengamanatkan asosiasi Pawiba dan Organda dilibatkan dalam pengeluaran izin angkutan wisata yang baru. Setiap pengeluaran izin angkutan wisata di Bali diwajibkan mendapatkan surat rekomendasi dari Pawiba/Organda.

Sejak dikeluarkannya UU No. 14/1992 pemerintah tidak lagi melibatkan asosiasi Pawiba dalam pengeluaran izin angkutan wisata baru. Dampaknya Pawiba tidak mengetahui secara jelas penambahan jumlah angkutan wisata di Bali. Ini termasuk Pawiba tidak mengetahui jumlah angkutan wisata ilegal di Bali. “Ke depan pemerintah bisa melibatkan kembali Pawiba/Organda dalam pengeluaran izin operasional/izin usaha angkutan wisata di Bali ,” katanya.

Sekretaris Pawiba juga mengatakan, sangat berharap kepada Organda bersama instansi terkait bisa menangani masalah kendaraan pribadi (kendaraan wisata ilegal) yang digunakan untuk mengangkut wisatawan.

Pengusaha angkutan wisata yang berizin resmi sangat dirugikan dengan adanya angkutan wisata ilegal. Pengusaha angkutan wisata ilegal ini berani menawarkan tarif lebih murah (banting tarif) karena tidak mengantongi izin resmi sebagai angkutan wisata di Bali.

16 comments to Pawiba Minta Dilibatkan dalam Pendataan Angkutan Wisata

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.