Dukung VMY, Bali harus Miliki Museum Nasional

Bali merupakan bagian dari kawasan pariwisata dunia. Ketua DPP Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI), Jumat (22/1) kemarin mengatakan, Bali sangat layak dilengkapi sebuah museum nasional untuk mendukung program Visit Museum Year (VMY) 2010.

Ia mengatakan, dari 2 juta orang wisatawan mancanegara (wisman) yang berlibur ke Bali, mungkin hanya 2 persen yang benar-benar tertarik mengunjungi museum di Bali. Mereka sebagian besar wisatawan dari Eropa. Kebanyakan wisatawan yang berlibur ke Bali ingin melihat wisata alam seperti keindahan alam Kintamani. “Hampir 90 persen wisatawan ke Bali ingin melihat keindahan alam Bali,” katanya.

Ia mengungkapkan, untuk mengarahkan wisman untuk mengunjungi museum di Bali, pemerintah daerah bersama pemerintah pusat mesti membuat gebrakan baru. Pemprop Bali dengan dukungan pemerintah pusat, mesti membuat museum nasional di Bali. Museum tersebut diharapkan bisa menampilkan benda-benda bersejarah yang ada di Seluruh Indonesia. Misalnya, seperti Australia, Saudi Arabia, Korea Selatan, museum di negara-negara tersebut memang sangat banyak dikunjungi wisatawan. Ini dikarenakan, museum di ketiga negara tersebut dibangun pada lahan yang sangat luas. Selain memajang benda-benda bersejarah, museum di negara tersebut dilengkapi dengan fasilitas perpustakaan, restoran, fasilitas parkir yang luas dan fasilitas penunjang lainnya. Khusus di museum di Saudi Arabia, dibangun pada lahan seluas 10 hektar.

Malaysia merencanakan membangun Museum Malaka di Makassar (Sulawesi Selatan). Pemerintah pusat harus berani merencanakan pembangunan museum nasional di Bali.

Pemerintah tidak perlu khawatir dengan kesulitan mendapatkan lahan untuk museum di Bali. Salah satu alternatif, pemerintah bisa memanfaatkan lahan Taman Festival Bali Padanggalak sebagai lokasi pembangunan museum nasional. Sekarang tinggal kemauan Pemprop Bali apakah mampu menyediakan lahan luas untuk membangun museum nasional di Bali.

Ia menegaskan, Bali sangat tepat dipiih sebagai tempat pembangunan museum nasional. Salah satu alasan karena Bali menjadi lokomotif pariwisata nasional, Bertepatan dengan program VMY 2010, Pemprop Bali bersama pemerintah pusat bisa mulai merencanakan pembangunan museum nasional di Bali.

Museum nasional tersebut mesti memajang benda-benda bersejarah di 33 provinsi di Indonesia, sehingga menjadi pusat pengenalan budaya di Indonesia. Wisman diharapkan bisa mengenal seluruh wilayah di Indonesia hanya dengan mengunjungi museum nasional di Bali. Tempat pembangunan museum nasional ini mesti luas dengan fasilitas pendukung yang lengkap bagi wisatawan seperti restoran (rumah makan), perpustakaan dan fasilitas pendukung lainnya yang luas, sehingga pengunjung bisa lebih nyaman.

Ia mengakui, saat ini museum di Bali yang dikelola secara pribadi maupun dikelola pemerintah tergolong memiliki luas lahan yang sangat sempit. Suasana di dalam museum juga terkesan kurang nyaman karena tidak dilengkapi dengan AC. Selain itu, fasilitas parkir relatif sempit sehingga sulit bagi biro perjalanan wisata (BPW) mengantar wisatawan ke kawasan museum. Fasilitas pendukung yan diharapkan wisatawan seperti restoran, perpustakaan dan fasilitas pendukung lainnya belum bisa disediakan secara optimal museum-museum di Bali saat ini.

22 comments to Dukung VMY, Bali harus Miliki Museum Nasional

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.