Harus Dipantau, Pemanfaatan Izin Angkutan Wisata

Pasang surut sektor pariwisata Bali, membuat armada dan izin angkutan wisata di Bali tidak dioperasikan secara optimal.

Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) meminta Pemprop Bali melalui instansi terkait bisa memonitor penggunaan izin angkutan pariwisata dan angkutan sewa yang telah dikeluarkan sebelumnya.

Kendaraan angkutan pariwisata dan angkutan sewa yang dimiliki pengusaha angkutan wisata di Bali sepenuhnya bisa dioperasikan secara optimal. Ini di antaranya pengaruh kondisi pariwisata Bali yang sempat menurun akibat imbas dampak bom Bali terrnasuk dampak krisis global. Pasang surut sektor pariwisata tersebut, tidak sedikit pengusaha angkutan wisata yang kehilangan pasar atau tidak memiliki pangsa pasar yang jelas.

Selain itu, pengusaha angkutan wisata yang tidak memiliki pangsa pasar jelas, kemungkinan besar tidak mengoperasikan kendaraannya. Ini sudah tentu kuota izin operasional angkutan pariwisata dan angkutan sewa yang dikeluarkan pemerintah tidak digunakan secara optimal.

Untuk itu, Dishub diharapkan bisa memonitor izin-izin angkutan pariwisata dan angkutan sewa yang tidak dioperasikan sebelumnya. Tiap pengusaha angkutan wisata di Bali memang diwajibkan untuk membuat laporan kegiatan usaha ke Dishub Bali yang ditembuskan ke Organda dan Pawiba. Hanya saja, laporan kegiatan usaha ini tidak dilaksanakan secara tertib. Ini tentunya sulit melihat jumlah izin operasional dari armada angkutan sewa dan angkutan pariwisata yang tetap dioperasikan atau tidak dioperasikan.

Pawiba berharap, pemerintah melalui Dishub bisa mengalihkan izin operasional yang tidak terpakai (tidak dimanfaatkan lagi) kepada pengusaha angkutan wisata lain yang membutuhkan izin operasional yang baru. Dengan pengoptimalan pemanfaatan izin yang telah dikeluarkan sebelumnya diharapkan Dishub Bali bersama Ditjen Perhubungan Darat bisa lebih selektif untuk mengeluarkan izin angkutan sewa dan izin angkutan pariwisata baru.

Dan pendataan izin angkutan wisata yang telah dikeluarkan diharapkan bisa mengantisipasi praktik jual beli izin angkutan wisata. Pemerintah mesti menertibkan calo-calo yang ingin memperjualbelikan izin angkutan pariwisata atau izin angkutan sewa.

Sulitnya mencari jejak calo-calo yang ingin menperjualbelikan izin angkutan pariwisata atau angkutan sewa. Dishub Bali berupaya untuk mengawasi izin angkutan sewa dan angkutan pariwisata yang dikeluarkan sebelumnya diharapkan bisa menutup ruang gerak oknum calo yang ingin memperjualbelikan izin angkutan pariwisata dan izin angkutan sewa di Bali.

15 comments to Harus Dipantau, Pemanfaatan Izin Angkutan Wisata

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.