Disayangkan, Orang Asing Berprofesi Jadi ”Guide” Ilegal

Adanya indikasi orang asing seperti dari Rusia yang berpraktik sebagai pramuwisata di Bali, sangat disayangkan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Daerah Bali.

Ketua DPD HPI Bali mengatakan, pramuwisata yang tergabung dalam DPD HPI Bali sangat dirugikan dengan adanya orang asing yang berpraktik sebagai pramuwisata di Bali.

Sebelumnya DPD HPI Bali telah berkoordinasi dengan asosiasi biro perjalanan wisata (BPW) Rusia yaitu Privet Bali untuk memberikan kursus untuk peningkatan SDM pramuwisata Rusia di Bali. Tujuan Privet Bali menyelenggarakan kursus dan upgrading tersebut untuk meningkatkan kualitas pramuwisata bahasa Rusia di Bali.

Dengan kegiatan upgrading tersebut BPW Rusia di Bali bisa berpromosi ke Rusia bahwa Bali tidak mengalami kekurangan pramuwisata. Ini diharapkan tidak lagi ada orang Rusia yang berprofesi sebagai pramuwisata di Bali. Pramuwisata lokal di Bali sudah mampu berbahasa Rusia sehingga tidak perlu orang Rusia menjadi pramuwisata di Bali.

Pramuwisata Rusia terdata di HPI Bali sebanyak 110 orang. Sampai saat ini belum ada laporan ada BPW Rusia di Bali ke DPD HPI yang merasa kekurangan pramuwisata Rusia. Untuk itu, BPW di Bali khususnya BPW pasar Rusia diharapkan sepenuhnya bisa menggunakan pramuwisata lokal.

BPW semestinya tidak boleh menggunakan pramuwisata dari orang asing. Orang asing yang berprofesi sebagai pramuwisata melanggar Perda No. 5/2008 tentang pramuwisata. Dalam perda itu, pada pasal 4 disebutkan untuk menjadi pramuwisata wajib memiliki sertifikat pramuwisata dan Kartu Tanda Pengenal Pramuwisata (KTPP). Dalam pasal 5 jelas disebutkan persyaratan untuk mendapatkan sertifikat pramuwisata adalah warga negara Indonesia .

Untuk memastikan orang asing bertindak sebagai pramuwisata di Bali dibutuhkan bukti yang sangat kuat. Bagi pramuwisata yang melihat adanya pramuwisata asing tersebut diharapkan bisa melaporkan HPI dengan bukti tertulis. HPI tidak memiliki kewenangan untuk menertibkan orang asing yang berprofesi sebagai pramuwisata di Bali. Kewenangan untuk menertibkan orang asing berprofesi sebagai pramuwisata adalah Dinas Pariwisata (Disparda) Bali bersama imigrasi.

Jika DPD HPI Bali menyampaikan adanya indikasi praktik pramuwisata yang dilakukan orang asing di Bali sudah tentu Disparda Bali akan meminta bukti yang lengkap. Bukti adanya pramuwisata asing ini tidak boleh hanya sebatas pengamatan semata tetapi perlu ada bukti jelas.

Keberadaan pramuwisata asing ini tentunya sangat merugikan pramuwisata yang tergabung dalam HPI Bali. Sesuai aturan visa kerja untuk orang asing diberikan petugas imigrasi. Sementara itu lisensi pramuwisata dikeluarkan Disparda Bali. Imigrasi dan Disparda Bali wajib untuk menertibkan keberadaan orang asing yang melakukan praktik sebagai pramuwisata di Bali.

9 comments to Disayangkan, Orang Asing Berprofesi Jadi ”Guide” Ilegal

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.