Organda Minta Dilibatkan Dalam Pengeluaran Izin Angkutan Wisata

Adanya perbedaan data jumlah angkutan pariwisata dan angkutan sewa di Pawiba dengan data Dinas Perhubungan, Informasi dan Komunikasi Propinsi Bali, ditanggapi Organda Bali.

Ketua Organda Bali mengatakan, Organda meminta kepada Pemprop Bali agar bisa melibatkan dalam pengeluaran izin angkutan pariwaisata dan angkutan sewa yang baru, sehingga Organda bisa ikut mendata jumlah angkutan pariwisata dan angkutan sewa di Bali.

Organda memang tidak memiliki kewenangan untuk mengeluarkan izin angkutan wisata meliputi angkutan pariwisata, angkutan sewa dan taksi. Yang memiliki kewenangan untuk mengeluarkan izin angkutan wisata tersebut adalah Dirjen Perhubungan Darat.

Dijelaskan, Organda bersama Pawiba masih bisa memberikan surat rekomendasi bagi anggota pengusaha angkutan wisata di Bali yang mengurus izin baru maupun perpanjangan izin. Dengan diberikan kesempatan bagi Organda memberikan surat rekomendasi ini, diharapkan Organda bisa ikut mendata jumlah armada yang mengantongi izin angkutan pariwisata dan angkutan sewa yang baru.

Dipaparkan, Organda dan Pawiba mengetahui kondisi kebutuhan angkutan pariwisata dan angkutan sewa di lapangan. Oleh sebab itu, wajar Organda dilibatkan dalam pengeluaran izni angkutan pariwisata dan angkutan sewa baru.

Dalam pengurusan izin angkutan pariwisata dan angkutan sewa yang baru, Dishub diharapkan bisa memperhitungkan jumlah kebutuhan angkutan pariwisata dan angkutan sewa di Bali saat ini. Dengan perhitungan tersebut diharapkan jumlah izin angkutan pariwisata dan angkutan sewa yang telah dikeluarkan sesuai dengan jumlah kebutuhan.

Pengusaha angkutan wisata yang telah mengantongi izin tidak dimatikan pengusaha angkutan pariwisata dan sewa yang baru. Saat ini di Bali masih dihadapkan masalah maraknya angkutan pariwisata ilegal dan angkutan sewa ilegal. Beroperasinya angkutan pariwisata dan sewa ilegal ini akan membuat pemerintah sulit untuk memperhitungkan jumlah kebutuhan angkutan pariwisata di Bali.

Untuk menertibkan angkutan wisata ilegal tersebut, Pemprop Bali melalui Dishub bisa menegakkan aturan yang mengatur angkutan pariwisata dan angkutan sewa. Salah satunva TJU No. 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan. Aturan ini dapat digunakan untuk menjaring angkutan pariwisata dan angkutan sewa masih beroperasi di Bali.

Sebelum mengeluarkan izin angkutan pariwisata dan angkutan sewa baru, Pemprop Bali mesti memperhitungkan jumlah kebutuhan sarana angkutan pariwisata dan angkutan sewa di Bali. Salah satu contoh angkutan sewa yang tercatat di Dishub Bali sebanyak 4.211 unit tetapi kenyataan di lapangan jumlah angkutan sewa ilegal lebih besar dan angkutan sewa yang berizin. Untuk menertibkan angkutan ilegal ini Dishub mesti bersikap tegas.

10 comments to Organda Minta Dilibatkan Dalam Pengeluaran Izin Angkutan Wisata

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.