Desa Mas Simpan Potensi Wisata

Pemuka adat dan komponen pariwisata Desa Mas, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, berencana mengembangkan desanya menjadi desa wisata yang berbasis budaya.

Wakil Presiden Federasi Asosiasi Pemandu Wisata Dunia, belum lama ini mengatakan, pihaknya bersama pemangku kepentingan pariwisata dan tokoh desa setempat untuk diajak bersama-sama merancang mengembangkan desa wisata.

”Kami akan merancang Desa Mas untuk dikembangkan jadi desa wisata, yang mana sejak zaman dulu desa ini telah terkenal dengan seni pematung,” katanya. Warga Desa Mas yang menekuni sebagai pematung mencapai 3.000 orang, baik patung berbahan batu cadas maupun dari kayu.

“Pematung yang cukup terkenal dari Desa Mas adalah Ida Bagus Tilem. Dari keterkenalan seorang pematung itu menjadikan desa ini lebih dikenal di mancanegara,” ungkapnya. Dengan potensi ini, wisatawan yang berkunjung ke Gianyar, di desa itu khususnya tiap hari mencapai 1.000 hingga 2.000 orang.

Oleh karena itu, tokoh adat dan masyarakat setempat diajak bersama-sama membuat perencanaan untuk menjadikan desa ini sebagai desa wisata. Ia memaparkan, strategi yang akan dilakukan adalah wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat seni budaya masyarakat itu diharapkan tinggal di rumah-rumah penduduk ( home stay ).

“Kami sudah menjajaki pangsa pasar wisatawan yang tertarik untuk mengenal seni dan budaya tersebut. Untuk itu perlu penyediaan sarana prasarana yang memadai. Artinya masing-masing rumah tangga yang siap dihuni turis itu harus memenuhi standar,” ungkapnya yang juga tokoh masyarakat Desa Mas ini.

Ia mengatakan, wisatawan mancanegara yang akan diundang itu nantinya akan tinggal di rumah-rumah penduduk dalam kurun waktu sepekan hingga tiga pekan atau sesuai dengan permintaan dari wisatawan tersebut. “Selama tinggal di Desa Mas, mereka akan diperlakukan seperti bagian dari keluarga sendiri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Misalnya kalau tamu itu senang seni mematung mereka akan diajarkan memahat patung,” ujarnya.

Menurutnya, program desa wisata yang dirancang itu lebih mengarah pada pertukaran budaya, sehingga nantinya diharapkan warga dari Desa Mas juga diundang ke negaranya untuk hal yang sama. “Dengan mengembangkan desa wisata diharapkan masyarakat setempat akan berpenghasilan dari wisatawan itu selama mereka menghinap di rumahnya,” katanya.

Seorang pemilik galeri juga menambahkan, ide pengembangan desa wisata di Desa Mas sudah sejak lama direncanakan. Namun, baru kali ini para tokoh desa dan pemangku kepentingan pariwisata untuk membangunnya.

”Desa Mas sangat memungkinkan untuk dikembangkan jadi desa wisata, karena lokasi ini sangat berdekatan dengan Desa Ubud. Kalau kita melihat sejarah Desa Ubud berkembang pesat seperti sekarang, dulunya berawal warga yang penyewakan home stay kepada wisatawan asing yang berkunjung ke desa tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, untuk pengembangan desa wisata perlu dilakukan kajian mendalam mengenai kesiapan infrastruktur penunjang kepariwisataan Bali. “Untuk persiapan menggarap desa wisata itu, kami akan mendatangkan konsultan pariwisata dari Belanda,” katanya.

8 comments to Desa Mas Simpan Potensi Wisata

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.