Bali masih Kekurangan Pramuwisata

Cermin ukuran kualitas pelayanan pariwisata Bali, tidak lepas dari terpenuhinya jumlah kebutuhan pramuwisata yang melayani wisatawan yang berlibur ke Bali.

Pelayanan pramuwisata di Bali masih terbatas karena Bali masih kekurangan pramuwisata dari beberapa divisi bahasa seperti Rusia, Belanda, Prancis dan Jerman.

Sekitar bulan Oktober-November 2009 HPI sempat melakukan survai kebutuhan pramuwisata di Bali. Kegiatan survai ini dilakukan atas kerja sama Asita dan HPI.

Bahan survai disiapkan pengurus HPI Bali. Selanjutnya, bahan survai diserahkan pengurus HPI kepada pengurus Asita. Pengurus Asita menyerahkan survai tersebut ke biro perjalanan wisata (BPW) di Bali yang menjadi anggota Asita Bali.

Dari sekitar 12 BPW telah mengembalikan hasil survai tersebut ke HPI Bali melalui Asita Bali. Dua belas responden tersebut sudah mewakili seluruh anggota Asita di Bali. Dari hasil survai tersebut, HPI Bali mengevaluasi BPW di Bali masih kekurangan pramuwisata bahasa Belanda, Prancis, Rusia dan bahasa Jerman.

Menyikapi kondisi tersebut, HPI berharap Pemprop Bali bisa menambah jumlah lisensi bagi pramuwisata baru untuk menutupi kekurangan pramuwisata khususnya untuk pasar Belanda, Prancis, Rusia dan Jerman.

Dicontohkan HPI, Privet Bali menyampaikan kepada HPI Bali pada tahun 2010 Bali minimal memiliki 300 pramuwisata Rusia. Sementara, saat ini pramuwisata Rusia di Bali yang mengantongi lisensi hanya sekitar 106 orang. Berdasarkan data tersebut, pada tahun 2010 Bali masih membutuhkan tambahan pramuwisata berbahasa Rusia sekitar 200 orang.

Saat ini yang tercatat di HPI, pramuwisata bahasa Jerman di Bali mencapai 150 orang, pramuwisata bahasa Belanda sekitar 60 orang dan Pramuwisata Prancis sebanyak 150 orang. Paling tidak perlu ada penambahan pramuwisata Jerman, Belanda dan Prancis masing-masing sekitar 25 orang untuk menutupi kekurangan pramuwisata dari BPW di Bali.

Untuk menambah jumlah pramuwisata di Bali, HPI bersama pemerintah dalam hal ini Disparda Bali mesti melalui beberapa proses. Ini di antaranya Disparda Bali mesti menginformasi kekurangan pramuwisata ini kepada masyarakat melalui media cetak/elektronik. Masyarakat yang ingin menjadi pramuwisata wajib mengikuti aturan yang berlaku.

Sebelum tahun 2008 pramuwisata di Bali masih diperbolehkan menggunakan ijazah SMU. Tahun 2010 ini sesuai dengan Perda No. 5/2008, masyarakat yang ingin menjadi pramuwisata dipersyaratkan telah mengikuti pendidikan terakhir minimal D-3.

Untuk menambah jumlah pramuwisata, Disparda akan menugaskan HPI untuk menggelar diklat/kursus pramuwisata. Selama ini HPI melaksanakan diklat bekerja sama dengan Unhi Denpasar. Pramuwisata yang telah mengikuti diklat tersebut akan mendapatkan sertifikat kursus pramuwisata (SKP). SKP ini akan menjadi dasar untuk mengajukan permohonan kepada Disparda Bali untuk mengikuti ujian sertifikasi pramuwisata.

17 comments to Bali masih Kekurangan Pramuwisata

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.