Dampak Penutupan JAL, Pasar Angkutan Wisata Bergeser

Adanya upaya penutupan 50 jalur penerbangan Japan Airlines (JAL) termasuk rute ke Bali awal Oktober 2010 ini, akan berdampak terhadap usaha jasa angkutan pariwisata di Bali.

Ketua Persatuan Angkutan Wisata Bali (Pawiba) mengatakan, akibat penutupan JAL kemungkinan pengusaha angkutan pariwisata yang menyasar pasar Jepang ini akan bergeser ke pasar Eropa.

JAL selaku maskapai di Jepang menutup beberapa rute jalur penerbangan karena tidak menutupi biaya operasionalnya. Walaupun JAL telah menutup rute penerbangannya ke Bali, wisatawan Jepang yang berlibur ke Bali di antaranya masih bisa dilayani maskapai penerbangan lain di Jepang seperti All Nippon Airways (ANA).

Selain itu, maskapai penerbangan lain seperti dari Singapura, Malaysia termasuk airlines dari Thailand masih melayani transportasi wisatawan dari Jepang ke Bali. Maskapai penerbangan Garuda diharapkan juga bisa meningkatkan frekuensi penerbangan ke Jepang untuk menyikapi penutupan JAL untuk rute Jepang ke Bali.

Penutupan JAL ini memang berpengaruh pada pengusaha angkutan pariwisata yang menyasar pasar Jepang, tetapi dampaknya tidak terlalu signifikan. Wisatawan Jepang yang berlibur ke Bali masih dilayani maskapai penerbangan asing dan penerbangan Garuda. Sampai saat ini tidak hanya pengusaha angkutan pariwisata di Bali yang merasakan ketakutan mendalam akibat penutupan rute JAL dari Jepang ke Bali.

Sementara itu, dari jumlah armada angkutan bus pariwisata di Bali sebanyak 900 unit dan angkutan sewa sebanyak 4.500 unit. Dari total armada angkutan pariwisata tersebut hampir 25 persen menyasar pasar Jepang. Akibat adanya penutupan JAL ini terlihat terjadi peralihan pasar pengusaha angkutan pariwisata di Bali dari yang menyasar pasar Jepang bergeser ke pasar Eropa.

Pergeseran pasar angkutan pariwisata ke Eropa ini bukan sepenuhnya karena adanya penutupan JAL. Garuda mulai Juni 2010 ini akan membuka rute penerbangan ke Eropa. Peluang tersebut tersebut akan dimanfaatkan biro perjalanan wisata (BPW) di Bali untuk mengoptimalkan pasar Eropa. Praktis pengusaha angkutan pariwisata yang sebelumnya khusus menyasar pasar Jepang akan ikut menyasar pasar Eropa sesuai pasar yang digarap BPW di Bali. Armada angkutan pariwisata di Bali sepenuhnya dimanfaatkan oleh BPW-BPW yang beroperasi di Bali.

Selain itu, penerbangan Garuda Eropa di mulai Juni 2010. Sementara itu, penutupan JAL mulai awal Oktober 2010. BPW masih memiliki kesempatan dari Juni sampai akhir September 2010 untuk mengarap pasar Eropa. BPW pasar Jepang juga memiliki kesempatan untuk menyasar pasar Eropa. Setiap BPW tentunya memiliki kiat-kiat untuk memperluas dan menggaet pasar yang berpotensi ke Bali.

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.