Jangan Korbankan Lahan Pertanian

Permasalahan kemacetan lalu lintas memang sudah sangat dirasakan armada angkutan pariwisata dan kendaraan sewa yang mengangkut wisatawan di Bali. Dalam mengembangkan jalan untuk kepentingan umum termasuk untuk mendukung sektor pariwisata perlu diupayakan agar tidak mengorbankan lahan pertanian produktif. Lahan pertanian di Bali sangat menunjang sektor pariwisata Bali. Selain sebagai penghasil produk pertanian seperti beras, lahan pertanian dan hutan di Bali berperan menjadi bagian paru-paru Bali untuk menekan dampak polusi udara di Bali.

Sementara itu, untuk mengatasi kemacetan di kawasan pariwisata Bali, pemerintah perlu mengupayakan penambahan prasarana jalan. Penambahan prasana jalan ini perlu diupayakan tidak sampai mengorbankan lahan pertanian di Bali. Ini bisa dilakukan dengan pembuatan jalan bertingkat dengan menggunakan teknologi tiang pancang misalnya. Pembuatan jalan bertingkat dengan teknologi tiang pancang ini lebih bisa menekan biaya ketimbang pemerintah melakukan pelebaran jalan dengan upaya pembebasan lahan. Biaya pembebasan lahan ini tentunya lebih tinggi ketimbang biaya untuk pembuatan jalan bertingkat dengan menggunakan teknologi tiang pancang.

Selain itu, pembuatan jalan bertingkat dengan sistem tiang pancang, bisa menekan penggunaan lahan pertanian termasuk menekan pembebasan lahan milik masyarakat. Secara teknis, jalan bertingkat pada bagian atas sama ukurannya dengan jalan yang telah ada di bawahnya. Penambahan jalan dilakukan ke atas bukan ke samping. Sementara itu, untuk penanganan kemacetan di kawasan perempatan,bisa juga diterapkan teknologi jalan layang atau jalan bawah tanah. Pembuatan jalan layang dan jalan bertingkat ini tentunya mesti dikaji secara akademis melalui tim ahli, sehingga pembuatan jalan tersebut bisa memiliki daya tahan lama dan bisa memecahkan masalah kemacetan.

Pemerintah juga perlu menyediakan kantong-kantong parkir di kawasan pariwisata termasuk di objek-objek wisata. Penyediaan kantong-kantong parkir ini untuk menekan parkir kendaraan yang mengambil badan jalan. Selama ini, areal parkir di Bali banyak yang mengambil badan jalan sehingga selalu menjadi penyebab kemacetan. Pemerintah bisa cukup menekan kemacetan lalu lintas jika bisa membebaskan badan jalan dari areal parkir kendaraan. Pemerintah perlu membuat aturan pelarangan parkir yang menggunakan badan jalan yang diterapkan secara tegas.

Selain itu, aturan pemerintah melalui Dinas Perhubungan (Dishub) yang menetapkan panjang kendaraan yang melalui kawasan pariwisata juga mesti diterapkan secara tegas. Seperti di kawasan Kuta mesti terbebas dari kendaraan seperti bus yang memiliki panjang lebih dari 7 meter. Jalan di Kuta akan makin macet jika dilalui kendaraan besar yang memiliki panjang lebih dari 7 meter.
Pemprop Bali mesti segera mengkaji pembuatan jalan layang dan jalan bertingkat dengan sistem tiang pancang untuk mengatasi kemacetan di Bali. Mulai tahun 2013 Bali akan banyak diselenggarakan konferensi tingkat internasional di Bali. Kegiatan konferensi tersebut tidak boleh terganggu/terhambat karena kendala transportasi pariwisata akibat adanya kemacetan lalu lintas.

19 comments to Jangan Korbankan Lahan Pertanian

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.