Penataan Sektor Perhotelan di Bali Tak Hanya Sebatas Wacana

Pembangunan sektor perhotelan (akomodasi) di Bali sudah banyak mencaplok lahan pertanian produktif di Bali. Pemprop Bali bersama instansi terkait, perlu benar-benar menata sektor perhotelan di Bali. Upaya pemerintah untuk mengatur akomodasi di Bali jangan hanya dalam tahap wacana. Perlu adanya proteksi lahan pertanian di Bali sehingga tidak terus dicaplok untuk pembangunan sektor perhotelan. Pemprop Bali perlu menegakkan aturan tata ruang untuk melindungi lahan pertanian di Bali.

Sementara itu, pembangunan hotel yang sudah memanfaatkan lahan tidak produktif, mungkin masih bisa ditoleransi. Kenyataan di lapangan, pembangunan sektor perhotelan sudah banyak mencaplok lahan pertanian produktif di Bali. Pengembangan sarana akomodasi di Bali dengan menggunakan lahan pertanian produktif bisa dinilai pembangunan pariwisata Bali sudah tidak terarah. Untuk mengurangi imbas negatif pembangunan sektor pariwisata, pendapatan sektor perhotelan di Badung, Denpasar, Gianyar mesti dimanfaatkan untuk melestarikan sektor pertanian di Bali. Ini dikarenakan, terkikisnya lahan pertanian mengancam pengembangan sektor pertanian di Bali. Di sisi lain, sektor pertanian Bali masih menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berlibur ke Bali.

Sementara itu, langkah yang perlu diambil pemerintah saat ini memperhitungkan jumlah kebutuhan kamar hotel bagi wisatawan di Bali. Sangat disayangkan jika pemerintah tidak memiliki data yang jelas terkait jumlah kebutuhan kamar hotel di Bali. Tanpa adanya data yang akurat, pemerintah akan sulit mengambil kebijakan dalam menata akomodasi di Bali. Pemerintah akan sulit untuk menjawab pertanyaan pembangunan hotel di Bali sudah jenuh atau tidak. Pemerintah juga akan sulit menjawab apakah pembangunan hotel di Bali mesti distop.

Salah satu solusi, Disparda Bali dan Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Bali mesti bersinergi memperhitungkan jumlah kebutuhan kamar hotel di Bali. Kedua instansi pemerintah di Bali mesti proaktif untuk mendata jumlah kebutuhan hotel di Bali. Pemerintah setiap 10 tahun sudah melakukan sensus penduduk untuk menentukan jumlah penduduk. Jumlah kamar hotel dan jumlah kebutuhan wisatawan akan kamar hotel di Bali juga perlu disensus. Paling tidak tiap 2 tahun sekali pemerintah mesti mendata ulang jumlah kebutuhan kamar hotel bagi wisatawan yang sedang berlibur di Bali.

Selain itu, jumlah kamar hotel di Bali bisa diperhitungkan dengan memperhatikan jumlah kedatangan wisatawan ke Bali, jumlah persediaan kamar dan tingkat hunian hotel yang ada di Bali, termasuk jumlah PHR yang dipungut dari hotel dan restoran. Jika jumlah kamar hotel dipandang mencukupi maka pembangunan hotel mesti dihentikan. Selain itu juga, dengan data jumlah kebutuhan kamar hotel di Bali yang akurat akan memudahkan pemerintah dalam menciptakan pembangunan pariwisata yang lebih terarah. Pembangunan pariwisata yang terarah akan lebih mudah disinergikan dengan pembangunan pertanian di Bali.

17 comments to Penataan Sektor Perhotelan di Bali Tak Hanya Sebatas Wacana

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.