Kendaraan Pribadi Diduga Jadi Angkutan Wisata Bodong

Data 70 persen angkutan wisata dan kendaraan sewa tidak berizin di Bali, tidak hanya berasal dari kendaraan operasional vila dan hotel. Kendaraan pribadi (di luar angkutan umum) juga banyak dioperasikan oknum masyarakat di Bali sebagai kendaraan untuk mengangkut wisatawan.

Pemerintah melalui Dinas Perhubungan juga perlu memperhatikan kendaraan pribadi yang digunakan untuk mengangkut wisatawan. Kendaraan pribadi banyak dioperasikan masyarakat selaku oknum pelaku pariwisata untuk transportasi wisatawan dari hotel ke objek-objek wisata, tempat shopping dan tempat-tempat lainnya di Bali.

Selain itu, kendaraan pribadi yang digunakan untuk mengangkut wisatawan ini perlu mendapatkan pengawasan dari pemerintah. Jika tidak ditata dengan baik, pengoperasian kendaraan pribadi yang digunakan untuk mengangkut wisatawan tersebut bisa menjadi masalah serius bagi transportasi untuk sektor pariwisata di Bali.

Selain itu juga, kendaraan pribadi untuk mengangkut wisatawan tersebut perlu dilegalkan. Kendaraan pribadi ini wajib mengantongi izin angkutan wisata dan kendaraan sewa. Pelaku pariwisata yang mengoperasikan kendaraan pribadi untuk mengangkut wisatawan ini mesti membentuk suatu wadah seperti koperasi. Dengan tergabung dalam koperasi, pemerintah akan lebih mudah mengontrol kendaraan pribadi yang digunakan untuk mengangkut wisatawan. Jika menimbulkan keluhan dari wisatawan, pemerintah akan lebih mudah mengetahui pemilik kendaraan pribadi tersebut.

Sementara itu, terkait kendaraan operasional vila dan hotel yang belum mengantongi izin angkutan wisata atau kendaraan sewa, Pemilik kendaraan vila dan hotel ini sudah tergabung dalam PHRI. Mereka hanya perlu mengetahui secara jelas bagaimana mengurus izin angkutan wisata dan kendaraan sewa.

Selain itu, BTB telah menerima banyak keluhan wisatawan terkait angkutan wisata bodong dan kendaraan sewa bodong di Bali. Angkutan wisata bodong dan kendaraan sewa bodong ini melakukan banyak pelanggaran yang merugikan wisatawan. Salah satunya wisatawan yang rencananya mengunjungi kawasan objek wisata seperti Kintamani sering ditelantarkan sopir kendaraan sewa bodong tersebut sebelum sampai di tempat tujuan objek wisata yang akan dikunjungi.

Menyikapi laporan tersebut, BTB minta kepada Dishub untuk menertibkan angkutan wisata dan angkutan sewa yang tidak mengantongi izin tersebut. BTB memandang perlu pemerintah melalui Dishub menyiapkan perda untuk menangani khusus masalah angkutan wisata dan kendaraan sewa. Dengan perda tersebut diharapkan bisa diambil langkah cepat untuk menangani angkutan wisata bodong dan kendaraan sewa bodong. Keberadaan angkutan wisata dan kendaraan sewa yang tidak berizin ini akan berdampak negatif terhadap pariwisata Bali. Pertama wisatawan yang menggunakan kendaraan sewa dan angkutan wisata bodong tersebut tidak mendapatkan jaminan asuransi. Di sisi lain, keberadaan angkutan wisata dan kendaraan sewa tidak berizin ini sulit dikontrol terutama ketika melakukan tindakan kecurangan yang merugikan wisatawan.

16 comments to Kendaraan Pribadi Diduga Jadi Angkutan Wisata Bodong

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.