Pemerintah Terkesan Cuek, Objek Wisata di Buleleng Amburadul

Objek daerah tujuan wisata (ODTW) di Kabupaten Buleleng hingga tahun ini masih amburadul. Hal ini diperparah lagi di mana pemerintah daerah terkesan cuek dan membiarkan kerusakan sarana dan prasarana di objek wisata. Minimnya perhatian pemerintah itu, membuat pelaku pariwisata di Buleleng khawatir, karena wisatawan yang berkunjung merasa tidak nyaman lantaran sarana dan prasarana yang tak terurus itu. Fasilitas penunjang di objek wisata bertahun-tahun dalam kondisi rusak parah. Seperti toilet yang dibangun di pinggir Pantai Lovina, Kecamatan Buleleng sudah bertahun-tahun tidak berfungsi. Toilet itu tidak berfungsi karena tidak adanya sambungan air yang digunakan sewaktu-waktu oleh wisatawan yang berkunjung ke Lovina. Kerusakan yang berlangsung bertahun-tahun dan belum mendapat perhatian oleh pemerintah daerah, menimbulkan kekecewaan pelaku pariwisata dan warga di Lovina dengan membongkar bangunan yang tak berfungsi tersebut.

Selain itu, wacana pemerintah untuk membangun stop over di kawasan wisata Lovina hingga kini belum bisa diwujudkan. Padahal, stop over itu sangat penting sebagai ruang untuk menunjukkan lokasi objek wisata ketika ada rombongan wisatawan yang masuk ke Buleleng. Karena belum ada fasilitas itu, sehingga rombongan wisatawan hanya kencing saat melintas di Lovina.

Selain itu, di objek wisata air panas Banjar yang notabene sebagai objek wisata andalan kondisinya sangat memprihatinkan. Jalan menuju objek wisata air panas kondisinya rusak parah. Kerusakan ini ditambah lagi dengan badan jalan yang sangat sempit, sehingga kondisi ini dinilai menyulitkan kendaraan yang melintas dan dampak lainnya adalah wisatawan banyak yang kecewa karena dalam perjalanan hingga sampai di objek wisata air panas Banjar.

Perhatian pemerintah untuk perbaikan sarana dan prasarana di objek wisata ini tidak ada sama sekali. Padahal, pemerintah daerah tetap menuntut pengusaha untuk membayar pajak, sehingga dari pajak yang mereka bayarkan itu bisa dijadikan modal untuk memperbaiki sarana dan prasarana di objek wisata yang kini jumlahnya mencapai 38 objek wisata tersebar di sembilan kecamatan. Pajak yang dipungut itu bukan dikembalikan kepada PHRI tapi dijadikan modal untuk membiayai pemeliharaan maupun melengkapi fasilitas di objek wisata, sehingga tidak sampai terjadi kerusakan bertahun-tahun.

Sementara itu, Kabid Penataan Objek Wisata Disbupdar Buleleng menyatakan, menyangkut perbaikan sarana fisik di objek wisata kewenangannya bukan Disbudpar Buleleng, sehingga ada proyek di bidang pariwisata tapi yang berwenang mengerjakan instansi teknis yang lain. Seperti contoh, untuk jalan kewenangan untuk perbaikannya adalah Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Buleleng. Dikatakan, menata objek yang ada dan menyangkut sarana fisik penunjangnya itu ada instansi teknis lain yang berwenang melakukan pemeliharaan.

Di sisi lain dikatakan, tahun 2011 mendatang sesuai hasil musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Disbudpar Buleleng mendapat alokasi dana untuk penataan objek wisata lebih dari Rp 3,3 milyar. Dana itu akan digunakan untuk berbagai kegiatan termasuk untuk pemeliharaan fasilitas penunjang objek wisata.

24 comments to Pemerintah Terkesan Cuek, Objek Wisata di Buleleng Amburadul

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.