Okupansi Hotel di Bali Rendah Jelang Hari Raya Nyepi

Libur perayaan Nyepi Tahun Baru Saka 1933 tidak serta merta memengaruhi tingkat hunian hotel di Bali. H-1 menjelang perayaan, tingkat okupansi hotel di Bali masih rendah yakni rata-rata 55-60 persen. Angka tersebut setara dengan tingkat hunian hari-hari sebelumnya.

Sekjen PHRI Bali Ferry Markus menyatakan, dibandingkan pada waktu menjelang perayaan Tahun Baru dan Lebaran lalu yang biasanya menjadi musim puncak dengan tingkat okupansi mencapai 90 persen. “Laporan yang kami terima, tingkat okupansi hotel-hotel di Bali mentok di angka 60 persen,” ucapnya, Kamis (3/3) kemarin.
Menurutnya, tingkat okupansi menjelang perayaan Tahun Baru Saka setiap tahun cenderung stagnan.

Wisatawan, baik asing maupun domestik, yang berniat menyaksikan perayaan tersebut secara langsung masih terbilang minim, dibandingkan menjelang perayaan Lebaran, Natal, dan tahun baru.
Wisatawan cukup paham dengan tradisi Nyepi di Bali. “Bahkan terkagum-kagum dengan masyarakat Bali yang bisa menghentikan aktivitas total selama sehari,” ujarnya.
PHRI Bali, diakui Ferry Markus, telah memberikan selebaran dari pihak Parisada Hindu Darma (PHDI) Bali dan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Selebaran tersebut menyangkut tata cara maupun larangan yang harus dipatuhi pengelola hotel di Bali dalam menyukseskan Catur Brata Panyepian.
“Para wisatawan kami imbau untuk tidak keluar dan hotel tetap tinggal di penginapannya, tidak boleh membuat suara gaduh, boleh menyalakan lampu tapi tidak sampai menembus kaca. Yang melanggar nanti akan kami berikan pengertian baik-baik,” sebutnya.

PHRI Bali, juga diakui Ferry Markus, telah menginformasikan seluruh anggotanya untuk menyalakan lampu penerangan seperlunya. Para pengusaha hotel juga diminta untuk menutup restoran sebelum petang agar mengurangi penggunaan lampu penerangan.
Ketua PHRI Badung IGN Rai Suryawijaya menyatakan, paket Nyepi yang gencar dipromosikan dua pekan terakhir, tidak akan mendongkrak tingkat hunian secara signifikan. Mengingat, hari raya Nyepi oleh para wisatawan hanya disikapi sebagai hari libur biasa.

“Saya prediksi tingkat hunian hotel di Badung pada perayaan Nyepi nanti hanya mencapai 70 persen. Hal tersebut dilihat dan tren tingkat hunian sejak beberapa tahun terakhir,” paparnya.
Menurutnya, wisatawan hanya menganggap Nyepi sebagai hari untuk bermeditasi. Mereka tahu Nyepi itu tidak boleh keluar dan tidak boleh menyalakan penerangan. Sikap mereka terhadap Nyepi, berbeda saat mereka menyikapi libur Natal dan Tahun Baru. Tidak banyak wisatawan yang menginap di hotel, hanya untuk merasakan momen Nyepi. “Nyepi bukan atraksi luar biasa bagi wisatawan,” ujarnya.

20 comments to Okupansi Hotel di Bali Rendah Jelang Hari Raya Nyepi

Leave a Reply

You can use these HTML tags

<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

  

  

  

A sample text widget

Surga Bali Tour and Car Rental, melayani sewa mobil di Bali, jenis mobil sewa yang variatif dari mobil standard seperti Suzuki Karimun, Suzuki Karimun Estilo, Suzuki Splash, Toyota Avanza New, Toyota Innova, maupun mobil mewah seperti Toyota Alphard, Toyota Fortuner. Kami menyediakan mobil bus seperti micro bus Isuzu ELF dan Bus 25 seats dengan harga sewa murah, driver pariwisata yang berpengalaman. Untuk informasi lebih lanjut hubungi 0361 9191543, Fax 0361 726135.